Membaca Buku Lagi: Melogika Rasa
Membaca buku lagi setelah sekian lama belum menyempatkan diri. Aku ingat sekali pada saat SD aku selalu sembunyi di dalam lemari buku atau di bawah meja perpustakaan untuk berlindung dari para the bullies. Sambil menahan tangis, aku memeluk erat sebuah buku. Memastikan mereka tidak menemukanku, bahkan tidak mendengar nafasku. Setelah mereka pergi, aku membaca buku itu sampai waktu istirahat habis. Di SD ku adanya lonceng besi pipih bulat dengan lubang di tengahnya. Mirip donat tapi pinggirannya agak kotak, bukan silinder. Biasanya dipukuk dengan batang besi yang tidak kalah berkarat oleh guru yang sedang piket atau guru mana saja yang sedang lewat di depan kantor kepala sekolah karena memang di situ di gantungnya. Kok tidak menghabiskan waktu di kantin? Jawabannya singkat dan sederhana karena saat itu aku tidak diberi uang saku untuk dihabiskan. Hmm... Jadilah berteman dengan suara merdu krucuk-krucuk perut adalah rutinitasku setiap hari di waktu istirahat. Kalau beruntung d...